Tag Archive: ITB


Memilih universitas dan program studi merupakan dua hal terberat yang akan dilakukan oleh pelajar SMA dan sederajat khususnya bagi mereka yang duduk di kelas XII. Kedua hal tersebut tentunya menjadi penentu masa depan mereka kelak, mau menjadi “apa” dan bagaimana mencapainya. Indonesia sendiri memiliki banyak sekali perguruan tinggi yang dapat dipilih baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

k54v9hraig7aab9xky7k

Berdasarkan pengalaman pribadi, banyak sekali pelajar SMA yang memilih perguruan tinggi dan program studi berdasarkan referensi teman dan keluarga, prospek karir masa depan dan gaji yang akan diperoleh tanpa mengetahui terlebih dahulu sebenarnya akan menjadi apa mereka setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Hal ini dapat berujung pada rendahnya minat belajar dan prestasi akademik karena program studi yang dipilih ternyata tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan sebelumnya. Sebelum memilih program studi dan perguruan tinggi, ada baiknya apabila kita melakukan research terlebih dahulu untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya hal tersebut. Penulis akan sedikit bercerita mengenai program studi sarjana yang dipilih penulis yaitu Teknik Industri dengan harapan para pembaca lebih memahami keprofesian dari teknik industri itu sendiri. Continue reading

Advertisements

“SELAMAT DATANG PARA PEMIMPIN GLOBAL”

Propaganda itulah yang ditanamkan kepada kami, mahasiswa baru ITB 2012 setahun silam. Propaganda tersebut sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mencitrakan bahwa mahasiswa baru ITB adalah “Putra-Putri Terbaik Bangsa”. Entah label tersebut masih layak atau tidak disandang oleh mahasiswa ITB (silahkan pembaca nilai sendiri). Namun, perlu diingat bahwa untuk diterima di ITB memerlukan effort yang maksimal. Mahasiswa baru ITB rata-rata jebolan dari beberapa SMA terbaik di Indonesia. Continue reading

(Essay ini ditulis sebagai open recruitment KM ITB 2013-2014)

Menjadi seorang inspirator bagi lingkungan merupakan impian penulis sejak ia duduk di bangku SMA. Sejak SMA, penulis bercita-cita untuk dapat memberikan peran yang nyata bagi pembangunan bangsa dan khususnya daerah asal saya, Sumatera Selatan. Sebagai generasi muda, tentu kita menyadari bahwa potensi yang kita miliki sangat besar guna ikut serta dalam menyukseskan pembangunan bangsa. Dewasa ini, banyak cara yang dapat kita tempuh untuk ikut serta dalam pembangunan bangsa. Kita dapat menggunakan kemajuan teknologi sains sebagai ‘senjata’ dalam pembangunan bangsa.

Sejak menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung, penulis mulai menyadari realita-realita yang terjadi di bumi pertiwi ini. Continue reading

(ditulis sebagai tugas Kalkulus IIA, a little bit hiperbola supaya bagus)

Menjadi seorang Sarjana Teknik Industri merupakan impian saya sejak saya duduk di kelas X. Dari referensi yang penulis baca, salah satu ilmu dasar yang wajib dikuasai oleh mahasiswa teknik industri adalah kakulus. Kalkulus merupakan ilmu yang mempelajari tentang limit, diferensial dan pengintegralan. Sebenarnya, ilmu-ilmu tersebut telah saya pelajari selama di SMA. Namun, selama mengenyam kuliah di Institut Teknologi Bandung dan mempelajari kalkulus ternyata kalkulus cukup jauh berbeda dibandingkan dengan matematika SMA.  Kalkulus IA dan IIA lebih dalam dibanding matematika SMA. Beberapa teorema baru seperti diferensial orde 1 dan 2, Deret McLaurin, dan Deret Taylor merupakan materi baru yang belum dipelajari di SMA.

Selama mempelajari matematika di SMA, saya lebih ditekankan untuk mempelajari rumus mentah. Artinya, saya hanya menghapal rumus dan mengerjakan soal dengan level kesulitan yang berbeda. Akan tetapi, Kalkulus IA dan IIA menuntut saya untuk benar-benar menguasai konsep. Soal-soal yang diujikan terkadang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Tidak hanya dari segi materi, lingkungan ITB yang kompetitif juga menuntut mahasiswanya untuk tidak bekerja sama saat menghadapi UTS maupun UAS. Jadi, ujian yang diujikan benar-benar murni dikerjakan sendiri. Continue reading

habibie ainun

Siapa yang tidak mengenal Bapak Burhanuddin Jusuf Habibie? Beliau merupakan Presiden Republik Indonesia ke-3 yang menggantikan presiden sebelumnya, yaitu Bapak  Suharto. Habibie memimpin Indonesia saat Indonesia sedang berada di ujung tanduk. Krisis moneter tengah menjerat perekonomian Indonesia kala itu. Habibie sebagai sosok yang dianggap memiliki kecerdasan di ataas manusia normal bahkan jenius sekalipun harus memikul beban yang sangat berat guna menyelesaikan permasalahan bangsa kala itu. Ditambah lagi, terjadi krisis kepercayaan dari masyarakat Indonesia dikarenakan Habibie dianggap masih memiliki visi yang sama dengan Suharto. Mantan Menteri Riset dan Teknologi itupun hanya menjabat sebagai presiden selama sekitar 1,5 tahun saja.

Kisah hidup beliaupun dituangkan ke dalam sebuah buku yang berjudul Habibie & Ainun. Buku tersebut beliau persembahkan untuk istri beliau yang meninggal dunia akibat menderita kanker ganas. Sang penulis buku tersebut yang tak lain tak bukan adalah Habibie sendiri tidak menyangka bahwa bukunya menjadi salah satu buku terlaris. Buku tersebut diangkat ke dalam sebuah film layar lebar dengan judul yang sama. Reza Rahardian berperan sebagai Habibie dan Esa Sigit berperan sebagai Habibie kecil. Sedangkan Ibu Ainun diperankan oleh Bunga Citra Lestari.

buku habibie ainun

Film garapan sutradara Faozan Rizal ini dimulai dengan adegan Habibie saat kecil. Continue reading

Melanjutkan pendidikan tinggi di bangku perguruan tinggi negeri merupakan impian bagi setiap pelajar SMA, khususnya yang telah duduk di kelas XII. Selama ini, perguruan tinggi negeri masih menjadi pilihan pertama bagi pelajar SMA serta alumni yang belum mendapatkan tempat di perguruan tinggi. Biaya yang lebih terjangkau serta tenaga pengajar yang lebih profesional menjadi faktor utama mengapa selama ini kita masih beranggapan bahwa perguruan tinggi negeri adalah tempat yang terbaik. Hal ini ada benarnya dikarenakan survey yang diadakan oleh beberapa lembaga baik nasional, maupun internasional, masih menempatkan beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia seperti Institut Teknologi bandung, Universitas Indonesia, dan Universitads Gajah Mada ke dalam jajaran kampus terbaik di negeri ini.

Akan tetapi, rasioantara  kursi PTN yang diperebutkan dengan lulusan SMA maupun alumni yang mengulang sangatlah jauh. Hal ini tentu membuat sebagian besar siswa dan orang tua cemas apakah dirinya atau putra-putrinya mampu mendapatkan kursi di PTN favoritnya kelak. Sejujurnya, saya pun mengalami hal tersebut, tahun lalu. Namun, berkat keajaiban Tuhan, saya berhasil lulus PTN melalui jalur SNMPTN Tertulis 2012. Melihat jumlah peminat yang semakin besar dari tahun ke tahun, saya pun ingin berbagi beberapa tips dan trik (yang menurut saya) dapat membantu pembaca agar sukses di ujian masuk perguruan tinggi. Continue reading