Tag Archive: essay


(ditulis sebagai tugas Kalkulus IIA, a little bit hiperbola supaya bagus)

Menjadi seorang Sarjana Teknik Industri merupakan impian saya sejak saya duduk di kelas X. Dari referensi yang penulis baca, salah satu ilmu dasar yang wajib dikuasai oleh mahasiswa teknik industri adalah kakulus. Kalkulus merupakan ilmu yang mempelajari tentang limit, diferensial dan pengintegralan. Sebenarnya, ilmu-ilmu tersebut telah saya pelajari selama di SMA. Namun, selama mengenyam kuliah di Institut Teknologi Bandung dan mempelajari kalkulus ternyata kalkulus cukup jauh berbeda dibandingkan dengan matematika SMA.  Kalkulus IA dan IIA lebih dalam dibanding matematika SMA. Beberapa teorema baru seperti diferensial orde 1 dan 2, Deret McLaurin, dan Deret Taylor merupakan materi baru yang belum dipelajari di SMA.

Selama mempelajari matematika di SMA, saya lebih ditekankan untuk mempelajari rumus mentah. Artinya, saya hanya menghapal rumus dan mengerjakan soal dengan level kesulitan yang berbeda. Akan tetapi, Kalkulus IA dan IIA menuntut saya untuk benar-benar menguasai konsep. Soal-soal yang diujikan terkadang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Tidak hanya dari segi materi, lingkungan ITB yang kompetitif juga menuntut mahasiswanya untuk tidak bekerja sama saat menghadapi UTS maupun UAS. Jadi, ujian yang diujikan benar-benar murni dikerjakan sendiri. Continue reading

Advertisements

Seorang filsafat terbesar dunia, Aristoteles (384 SM – 322 SM), mengemukakan bahwa manusia ialah homo socius. Secara sederhana, Aristoteles mendefinisikan istilah homo socius sebagai makhluk yang tidak dapat bertahan hidup tanpa bantuan makhluk lain. Artinya, manusia harus berhubungan satu sama lain. Hubungan yang dimaksud ialah hubungan sosial, yang tidak hanya terikat garis keturunan dan tempat tinggal yang sama. Pendapat ini masih diyakini mutlak kebenarannya dan dijadikan pedoman oleh manusia untuk tetap dapat bertahan hidup. Kerjasama yang harmonis antar umat manusia akan membuat kehidupan umat manusia berjalan harmonis pula.

Era globalisasi telah menimbulkan masalah kehidupan yang dihadapi oleh manusia semakin kompleks sehingga setiap negara di dunia, baik negara maju maupun berkembang, wajib untuk melakukan kerjasama satu sama lain. Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam namun miskin dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, Indonesia dituntut untuk mengadakan hubungan internasional dengan negara lain dengan baik.

Hubungan internasional menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (Renstra), adalah hubungan antarbangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara guna mencapai kepentingan nasional negara tersebut. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia diharapkan mampu membina hubungan yang baik dengan negara-negara Islam lainnya salah satunya Kerajaan Maroko. Membahas hubungan bilateral dan diplomatik Republik Indonesia dan Kerajaan Maroko seolah kita akan menarik benang merah persahabatan kedua negara lebih dari 50 tahun silam. RI dan Maroko, negara yang berpenduduk mayoritas muslm melakukan hubungan diplomatik saat kedua negara masih dianggap ’bayi’ di kalangan hubungan internasional. Indonesia dan Maroko dapat memposisikan diri sebagai balancing, yaitu beraliansi untuk melawan yang lebih hebat, tidak dinafikkan lagi pada saat ini Indonesia dan Maroko merupakan negara berkembang yang membangun ekonomi, sosial, dan politiknya agar dapat menyandang status negara maju.


Budaya: KTP Suatu Negara
Continue reading