Memilih universitas dan program studi merupakan dua hal terberat yang akan dilakukan oleh pelajar SMA dan sederajat khususnya bagi mereka yang duduk di kelas XII. Kedua hal tersebut tentunya menjadi penentu masa depan mereka kelak, mau menjadi “apa” dan bagaimana mencapainya. Indonesia sendiri memiliki banyak sekali perguruan tinggi yang dapat dipilih baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

k54v9hraig7aab9xky7k

Berdasarkan pengalaman pribadi, banyak sekali pelajar SMA yang memilih perguruan tinggi dan program studi berdasarkan referensi teman dan keluarga, prospek karir masa depan dan gaji yang akan diperoleh tanpa mengetahui terlebih dahulu sebenarnya akan menjadi apa mereka setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Hal ini dapat berujung pada rendahnya minat belajar dan prestasi akademik karena program studi yang dipilih ternyata tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan sebelumnya. Sebelum memilih program studi dan perguruan tinggi, ada baiknya apabila kita melakukan research terlebih dahulu untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya hal tersebut. Penulis akan sedikit bercerita mengenai program studi sarjana yang dipilih penulis yaitu Teknik Industri dengan harapan para pembaca lebih memahami keprofesian dari teknik industri itu sendiri.

Agar lebih memahami teknik industri, ada baiknya kita mengetahui makna dari kata teknik atau engineering itu sendiri. Engineering yang berarti rekayasa bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kerap kali diartikan dengan label ‘teknik’ dalam suatu program studi perguruan tinggi. Sebagai contoh, industrial engineering didefinisikan sebagai teknik industri padahal kata yang tepat sebenarnya adalah rekayasa industri. Jadi, seorang engineer atau insinyur harus mampu melakukan rekayasa terhadap objek studi yang digeluti dengan tujuan komersial dan biasanya dalam skala makro. Di sinilah letak perbedaan ilmu engineering dengan sains murni. Misalnya, teknik kimia mempelajari bagaimana melakukan rekayasa terhadap zat-zat kimia agar dapat menjadi sebuah produk yang dapat dijual dan menghasilkan keuntungan bagi masyarakat sedangkan kimia hanya mempelajari zat-zat kimia dan perubahannya dalam skala laboratorium baik untuk kepentingan penelitian maupun sebagai dasar kegiatan komersial.

Mungkin sebagian pembaca telah mengetahui apabila teknik sipil mampu mendesain bangunan, teknik mesin mampu merancang mesin-mesin industri dan teknik elektro mampu merancang rangkaian elektronik dalam skala perusahaan. Akan tetapi, yang kerap menjadi pertanyaan adalah apa yang dipelajari oleh mahasiswa teknik industri? Banyak stigma yang terbentuk di masyarakat bahwa teknik industri merupakan salah satu keilmuan yang tidak jelas wujudnya tetapi mampu menguasai segala ilmu engineering serta memiliki cakupan wilayah kerja yang luas. Sejujurnya, saat masih duduk di bangku SMA, yang membuat saya menjatuhkan pilihan ke teknik industri adalah sarjana teknik industri gampang mendapat pekerjaan karena bidangnya luas. Apakah stigma tersebut memang benar adanya? Setelah menjalani kuliah teknik industri di salah satu perguruan tinggi negeri, menurut saya pribadi hal tersebut ada benarnya tetapi juga tidak sepenuhnya benar.

Seperti yang sudah saya ceritakan dalam posting sebelumnya, pada tahun pertama perkuliahan mahasiswa Institut Teknologi Bandung menjalani Tahap Persiapan Bersama. Pada tahap ini, mahasiswa tingkat satu mendapat kuliah seperti lanjutan dari bangku SMA misalnya Kalkulus (yang berganti nama menjadi Matematika sejak tahun 2013), Fisika Dasar dan Kimia Dasar. Di tahun pertama ini juga masing-masing fakultas memiliki mata kuliah khusus sendiri sesuai dengan keilmuan yang cocok dengan program studi yang terdapat pada fakultas/sekolah tersebut. Di Fakultas Teknologi Industri sendiri, kuliah tersebut adalah Pengantar Teknologi Industri yang diubah menjadi Gambar Teknik sejak kurikulum 2013 diimplementasikan. Saya dan rekan-rekan sejawat diperkenalkan dengan program studi teknik kimia, teknik fisika, teknik industri dan manajemen rekayasa industri pada kuliah tersebut. Kami dituntut untuk memahami objek kajian dari masing-masing program studi serta hal-hal vital lainnya seputar keprofesian program studi tersebut. Selama kuliah, kami dijelaskan kalau sebenarnya teknik industri itu mempelajari ‘sistem’ secara keseluruhan agar sistem tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Sejujurnya, tiga kata kunci sistem, efektif dan efisien itulah yang saya dapat tentang teknik industri dalam kuliah tersebut. Dan sejujurnya lagi, hal tersebut masih kurang menggambarkan teknik industri itu “apa” bagi saya pribadi berbeda dengan teknik fisika dan teknik kimia yang sudah sangat jelas objek pembelajarannya.

Walaupun masih belum mendapat gambaran yang clear mengenai teknik industri, saya tetap memilih program studi tersebut pada saat penjurusan. Di tingkat kedua, kami mendapat mata kuliah yang sangat ekstrim berbeda-beda. Pada semester ketiga kami mendapat kuliah dari program studi teknik mesin yang mempalajari mekanika teknik serta material teknik, kuliah basis data yang mempelajari logika pemrograman dan perancangan basis data, kuliah matriks dan ruang vektor yang merupakan kuliah program studi matematika, probabilitas, dan pengantar teknik industri. Kuliah pengantar teknik industri kembali memberikan pencerahan bagi saya mengenai keilmuan dan keprofesian teknik industri. Dari mata kuliah ini, kami mulai diperkenalkan dengan sistem seperti apa yang sebenarnya menjadi objek kajian utama teknik industri. Kami juga diajarkan tentang sejarah dan perkembangan keilmuan teknik industri. Mata kuliah ini juga mengajarkan tools yang dapat digunakan sarjana teknik industri dalam menyelesaikan masalah.

Di kuliah PTI saya menjadi lebih mengerti akan ‘definisi’ teknik industri itu sendiri. Definisi industrial engineering menurut Institute of Industrial Engineering adalah: “Industrial engineering is concerned with the design, improvement and installation of integrated systems of people, materials, information, equipment and energy”. Kata kunci yang penting ialah integrated system. Sistem terintegrasi yang dimaksud terdiri dari orang, material, informasi, mesin/peralatan dan energi serta kerap kali dibahas pula lingkungan sekitar sistem (environment). Jadi, segala macam instansi yang memiliki komponen-komponen tersebut dapat digolongkan sistem terintegrasi seperti perusahaan manufaktur, perusahaan oil & gas, Bank maupun rumah sakit. Dengan demikian, benar adanya apabila teknik industri diharapkan dapat bekerja di seluruh jenis perusahaan selama perusahaan tersebut menggunakan manusia sebagai komponennya. Sarjana teknik industri harus dapat melihat perusahaan secara holistik atau yang dikenal dengan istilah helicopter view.

Pada semester 4, kuliah yang saya dapat antara lain penelitian operasional, statistika industri, psikologi industri, kalkulus III, pengantar ergonomi, ekonomi teknik, proses manufaktur, elektronika industri dan praktikum perancangan sistem terintegrasi I. Penelitian operasional dapat membantu insinyur teknik industri untuk mengoptimasi perusahaan. Psikologi industri menjadi bekal bagi insinyur TI untuk memperhatikan komponen human pada sistem terintegrasi. Proses manufaktur mengajarkan mahasiswa untuk mengetahui proses apa saja yang dibutuhkan untuk membuat produk khususnya produk manufaktur. Elektronika industri akan menjadi bekal mahasiswa dalam melakukan otomasi pada perusahaan dan mendesain logika rangkaian. Mata kuliah pengantar ergonomi menjadi dasar dalam perancangan stasiun kerja yang baik bagi para operator. Di semester 4 mahasiswa mulai dikenalkan dengan praktikum perancangan terintegrasi. Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan mulai mampu merancang sistem terintegrasi mulai dari perencanaan produksi, sistem kerja, manajemen perusahaan serta sistem informasi di dalamnya.

Kuliah yang didapat sebenarnya masih merupakan ilmu-ilmu dasar yang diperlukan untuk perancangan sistem terintegrasi. Hal ini baru penulis rasakan saat duduk di semester 5. Kuliah-kuliah pada semester 5 mulai mengintegrasikan kuliah-kuliah yang telah didapat sejak semester 3. Kuliah-kuliah wajib diambil pada semester 5 antara lain penelitian operasional II, pemodelan sistem, otomasi sistem produksi, pengendalian dan penjaminan mutu, perencanaan dan pengendalian produksi, rekayasa sistem kerja, analisis biaya dan praktikum perancangan sistem terintegrasi II. Penelitian Operasional II merupakan kelanjutan dari mata kulliah pada semester sebelumnya tetapi mulai memasukkan unsur probabilistik dalam optimasi yang dilakukan. Di kelas pengendalian mutu mahasiswa diajarkan bagaimana melakukan quality control dengan statisitik. Pengendalian Produksi atau biasa dikenal dengan PPC menyiapkan mahasiswa untuk mampu meramal permintaan produk, melakukan penyusunan permesinan dan line balancing serta penajdwalan tenaga kerja. Analisa biaya mempelajari akutansi keuangan perusahaan. Pemodelan sistem lebih menekankan kepada mahasiswa agar dapat memodelkan sistem dengan suatu model matematis tertentu. PPST II mulai menuntut mahasiswa agar mampu mendesain proses permesinan yang digunakan dari suatu produk, merancang stasiun kerja dengan memperhatikan antropometri karyawan dan faktor ergonomi, line balancing, dan peramalan permintaan pasar terhadap produk. Dari sini sudah mulai terlihat perancangan sistem integrasi pada lingkup yang tergolong kecil.

Cakupan pembelajaran sistem yang terintegrasi semakin luas pada semester 6. Mahasiswa mendapat kuliah wajib sistem produksi, kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja, simulasi komputer, organisasi dan manajemen perusahaan industri, analisis perancangan sistem informasi dan PPST III. Pada semester ini, mahasiswa dapat mengambil mata kuliah pilihan sesuai dengan beban sks yang diperbolehkan karena total sks wajib hanyalah 14 dan biasanya mahasiswa disarankan untuk mengambil beban sks 19-20 tiap semesternya. Materi sistem produksi teridiri dari srategi produksi manufaktur, penyelesaian proyek dan materi terkait proses produksi lainnya. Simulasi komputer mengajarkan mahasiswa untuk dapat memodelkan masalah yang tidak dapat dimodelkan secara matematis dan penyelesaiannya. Organisasi manajemen perushaan industri mengajarkan strategi manajemen serta metode-metode perancangan organisasi. Di kelas Analisis Perancangan Sistem Informasi, mahasiswa dituntut untuk mampu merancang sistem informasi perusahaan. Ruang lingkup PPST III menjadi lebih luas dibanding PPST sebelum-sebelumnya. Pada PPST III, mahasiswa menerapkan ilmu pengendalian mutu yang didapat, merancang ‘lantai produksi’, merancang sistem organisasi perusahaan beserta proses bisnisnya, merancang sistem informasi dan basis data perusahaan serta merancang sistem informasi pendukung keputusan.

Dapat disimpulkan bahwa selama 6 semester perkuliahan, mahasiswa memang diajarkan bagaimana merancang sistem yang terintegrasi mulai dari berapa jumlah produk yang harus diproduksi berdasarkan peramalan permintaan, merancang urutan proses-proses pembuatan produk, merancang stasiun kerja dan optimasi line balancing-nya, melakukan penjaminan mutu bahan baku hingga merancang organisasi perusahaan dan proses bisnisnya serta sistem informasi yang diperlukan. Kuliah-kuliah yang didapat menjadi ilmu pembantu mahasiswa dalam melakukan perancangan sistem terintegrasi.

239365_101240_47592l_jpg

Gambaran mengenai sistem terintegrasi mungkin mampu menjawab pertanyaan seputar apakah benar stigma insinyur teknik industri mampu bekerja di segala jenis bisnis. Idealnya, insinyur teknik industri harus mampu bekerja dalam segala jenis sistem walaupun sistem tersebut termasuk pemberi jasa kepada konsumen. Insinyur teknik industri harus mampu merancang sistem terintegrasi dengan efektif dan efisien. Menurut penulis pribadi, insinyur teknik industri mampu untuk ditempatkan di segala divisi perusahaan karena pada dasarnya keilmuan teknik industri mengajarkan keterlibatan dan peran antar divisi dalam perusahaan walaupun pada kenyataannya saya meyakini dibutuhkan banyak pembelajaran ke depannya. Secara pribadi, penulis juga merasa teknik industri juga merupakan program studi dengan prospek yang sangat baik karena setiap perushaan pasti memerlukan insinyur teknik industri. Penulis juga menautkan tracer study yang dapat menggambarkan gaji lulusan teknik industri dan kurikulum teknik industri ITB 2013 serta organisasi internasional teknik industri. Semoga posting ini memberi gambaran yang jelas mengenai keilmuan dan keprofesian teknik industri dan membuat pembaca terinspirasi untuk menjadi industrial engineer.

KEEPCALMECO

Salam.

Link Pelengkap:

https://karir.itb.ac.id/tracerstudy/report

http://www.ti.itb.ac.id/?page_id=768

https://www.iienet2.org/

Advertisements