(Essay ini ditulis sebagai open recruitment KM ITB 2013-2014)

Menjadi seorang inspirator bagi lingkungan merupakan impian penulis sejak ia duduk di bangku SMA. Sejak SMA, penulis bercita-cita untuk dapat memberikan peran yang nyata bagi pembangunan bangsa dan khususnya daerah asal saya, Sumatera Selatan. Sebagai generasi muda, tentu kita menyadari bahwa potensi yang kita miliki sangat besar guna ikut serta dalam menyukseskan pembangunan bangsa. Dewasa ini, banyak cara yang dapat kita tempuh untuk ikut serta dalam pembangunan bangsa. Kita dapat menggunakan kemajuan teknologi sains sebagai ‘senjata’ dalam pembangunan bangsa.

Sejak menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung, penulis mulai menyadari realita-realita yang terjadi di bumi pertiwi ini. Pada awalnya, masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kriminalitas, bahkan masalah ekonomi seperti kemiskinan dan pengangguran merupakan hal-hal yang dianggap penulis merupakan problematika yang tidak dapat dihapus dari neger ini. Akan tetapi, potensi, posisi, dan peran mahasiswa yang ditanamkan sejak menempuh OSKM ITB 2012 telah membuka mata penulis bahwa realita bangsa dapat diatasi apabila kita mau dan bertekad untuk memberantasnya.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu masalah yang dihadapi bangsa ini adalah masalah ekonomi. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia sebenarnya memiliki potensi jumlah sumber daya manusia dan didukung dengan kekayaan alam yang kita miliki. Indonesia sempat mendapat julukan asian tiger. Indonesia dianggap sebagai negara dengan tingkat pembangunan yang amat baik kala itu. Akan tetapi, krisis finansial menyebabkan gelar macan asia tersebut menjadi sejarah belaka. Kemiskinan, pengangguran, dan angka kematian bayi menjadi masalah pelik di negeri ini.

Julukan macan asia tentu dapat kita raih kembali asalkan kita bertekad kuat untuk mendapatkannya kembali. Salah satu cara agar jumlah pengangguran serta kemiskinan turun di Indonesia adalah dengan peningkatan jumlah wirausahawan di Indonesia. Negara yang besar seperti Indonesia setidaknya membutuhkan 2,5% darai jumlah penduduknya agar kita dapat ‘merangkak’  keluar dari belenggu kemiskinan. Banyak yang tidak menyadari bahwa peran mahasiswa dalam peningkatan jumlah wirusahawan di Indonesia amatlah penting mengingat salah satu potensi yang dimiliki mahasiswa ialah networking.

Sebagai salah satu institut terbaik di negeri ini, saya percaya bahwa ITB bersungguh-sungguh dalam menjalankan komitmennya untuk mencetak putra-putri terbaik bangsa. Namun, hal tersebut tidaklah mudah untuk direalisasikan. Penulis menyadari bahwa sebagian dari mahasiswa ITB sendiri terkadang tidak peka serta merasa bertanggung jawab terhadap realita yang dihadapi bangsa ini. Penulis menyadari bahwa salah satu tempat massa kampus untuk menyalurkan aspirasinya ialah melalui KM ITB. KM ITB haruslah dapat turun tangan secara langsung dalam penanggulangan permasalahan masyarakat Indonesia. Mahasiswa ITB harus dapat menjadi positive role model.

Realitas bangsa tidaklah dapat terselesaikan apabila kita hanya duduk termenung dan memikiran serta mengonsep solusinya semata. Menyelesaikan masalah-masalah yang berlarut-larut di negeri ini tidaklah mudah. ‘Gerakan’ dan ‘lukisan’ mahasiswa adalah cara yang efektif bila dilakukan sesuai koridor. Indonesia perlu mahasiswa-mahasiswa inspiratif. Indonesia perlu generasi muda yang pantang menyerah. Indonesia perlu kita semua.

Advertisements