“SELAMAT DATANG PARA PEMIMPIN GLOBAL”

Propaganda itulah yang ditanamkan kepada kami, mahasiswa baru ITB 2012 setahun silam. Propaganda tersebut sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mencitrakan bahwa mahasiswa baru ITB adalah “Putra-Putri Terbaik Bangsa”. Entah label tersebut masih layak atau tidak disandang oleh mahasiswa ITB (silahkan pembaca nilai sendiri). Namun, perlu diingat bahwa untuk diterima di ITB memerlukan effort yang maksimal. Mahasiswa baru ITB rata-rata jebolan dari beberapa SMA terbaik di Indonesia.

Sistem pendidikan di ITB sedikit berbeda dengan universitas-universitas lain di Indonesia. Apabila di universitas lain, saat masuk mahasiswa baru telah memilih jurusan yang diinginkan. Akan tetapi, di ITB mahasiswa baru hanya diperbolehkan memilih fakultas belum jurusan. Setelah saya masuk di ITB, saya baru tahu kalau sistem ini diadaptasi dari Massachusetts Institute of Technology yang notabene adalah institut terbaik di seluruh dunia. Jadi, di tahun pertama mahasiswa baru diterima di ITB sesuai dengan fakultas yang dipilih. Sampai saat ini (2013) terdapat 13 fakultas/sekolah yang dapat dipilih antara lain Sekolah Tek. Elektro & Informatika (STEI), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Pertambangan & Perminyakan (FTTM), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), Sekolah Farmasi (SF), Fakultas Ilmu Tek. Kebumian (FITB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Sekolah Ilmu Tek. Hayati Sains (SITH-S), Sekolah Ilmu Tek. hayati Rekayasa (SITH-R) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM).

Setelah diterima di fakultas/sekolah tersebut, mahasiswa tingkat pertama akan menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama dua semester (untuk SBM hanya satu semester). Mata kuliah yang diajarkan di TPB adalah lanjutan dari mata pelajaran SMA, sebutannya pelajaran SMA kelas XIII.Berdasarkan kurikulum 2008, mahasiswa akan kembali mempelajari fisika dasar, kimia dasar, kalkulus (matematika tingkat lanjut), olahraga, pengenalan teknologi informasi, bahasa inggris, tata tulis karya ilmiah, konsep pengembangan ilmu pengetahuan, sistem alam semeesta, dan mata kuliah sesuai fakultas (contohnya: dasar rangkaian elektro untuk STEI, perancangan teknologi industri untuk FTI, statika struktur untuk FTMD, dll). Total SKS untuk TPB berjumlah 36.

Selama masa TPB, Indeks Prestasi mahasiswa tingkat satu cenderung baik. Hal ini mungkin jadi dikarenakan oleh mata kuliahnya yang masih berkelanjutan dari pelajaran SMA atau bahkan sudah dipelajari di beberapa SMA favorit. Misalnya fisika dasar, kita akan kembali mempelajari pelajaran-pelajaran fisika yang telah didapat selama di SMA seperti mekanika, fluida, listrik, mekanika kuantum dll. Ada jadwal praktikum yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali untuk fisika dasar yang bergantia dengan kimia dasar. Hal lain yang perlu diperhatikanialah di ITB dijual kumpulan soal-soal UTS tahun-tahun sebelumnya yang dibuat oleh Gamais ITB dan buku latihan soal Phiwiki dan Mathco. Sejujurnya, kedua buku tersebut sangat membantu dalam mahasiswa TPB mempejlajari fisika dasar dan kalkulus walaupun tetap harus diiringi mempelajari textbook. Mahasiswa TPB dapat menggunakan e-book dari textbook yang digunakan karena harga dari textbook itu sendiri tidaklah mudah. (Dapat diunduh di http://tpbcenter.wordpress.com)

Mengenyam pendidikan di kampus ITB bukanlah semata-mata mengenai mendapat nilai ‘A’. Sejak diperkenalkan dengan sistem perkuliahan di ITB saat matrikulasi, dosen-dosen serta senior di ITB sangat menganjurkan untukaktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (sejenis ekstrakurikuler di SMA). UKM di ITB sangatlah bervariatif. Pada dasarnya, UKM tergolong ke dalam beberapa rumpun yaitu rumpuan agama, keilmuan, pendidikan, seni dan budaya, media, dan olahraga. Untuk informasi lebih dalam mengenai unit-unit yang ada di ITB dapat mengunjungi website KM ITB: http://km.itb.ac.id/site/category/unit-kegiatan-mahasiswa/

Banyak yang berkomentar bahwa TPB adalah tahap paling bahagia di ITB. Ujian Semester TPB dilaksanakan tiap hari Jumat dan biasanya dimulai di minggu ke 5-6 perkuliahan. Bandingkan dengan UTS/UAS di tingkat kedua dst. yang bisa diadakakan sampai untuk tiga mata kuliah. Tentu masa TPB harus dapat kita nikmati. Namun, selama masa ITB kita juga harus dapat memahami peran-peran dan makna dari status mahasiswa itu sendiri. Pesan penulis, gunakan masa TPB pembaca untuk belajar, mencari teman sebanyak-banyaknya, dan tidak tertutup kemungkinan untuk ikut serta dalam organisasi maupun kepanitiaan yang ada di kampus ITB sendiri. Salam sukses. 🙂

Advertisements