zdc

Raditya Dika merupakan salah seorang penulis bestseller yang terkenal dengan gaya menulisnya yang penuh dengan humor. Beberapa novel yang telah ia tulis antara lain Kambing Jantan, Radikus Makan Kakus, dan Cinta Brontosaurus. Salah satu novel yang pernah diangkat ke layar lebar pada tahun 2009 silam adalah Kambing Jantan. Response dari masyarakat pun dinilai cukup baik mengingat jumlah penonton mencapai angka yang lumayan tinggi. Di Mei 2013 ini, salah satu novel karangan mahasiswa Universitas Trisakti tersebut kembali diangkat ke layar lebar yaitu CInta Brontosaurus. Novel ini sendiri dirilis pada tahn 2006 dan termasuk dalam salah satu bestseller pada masa itu.

Novel Cinta Brontosaurus(Novel Cinta Brontosaurus)

Film ini menceritakan lika-liku perjalanan cinta seorang penulis bernama Dika (Raditya Dika). Dika meyakini bahwa tidak ada cinta yang abadi atau dalam istilah yang ia buat cinta bisa kadaluarsa. Pengalaman cinta terakhir yang ia alami adalah bersama salah seorang mantannya bernama Nina (Pamela Bowie) yang berakhir setelah enam bulan. Dika pun seringkali meminta nasihat kepada agennya yang bernama Kosasih (Soleh Solihun). Kosasih sendiri tengah menjalin hubungan dengan Wanda (Tyas Mirasih) yang hobi belanja barang-barang branded. Dika merupakan seorang penulis buku berjudul Cinta Brontosaurus yang judulnya terinspirasi dari mainan dinosaurus milik adiknya. Buku tersebut tidak laris atau malah tidak ada pembaca sama sekali. Saat Dika melakukan dialog interaktif, penonton yang datang sangat sedikit dan tidak ada yang tertarik dengan buku tersebut.

Suatu sore, Dika bertemu dengan seorang gadis bernama Jessica (Eriska Reinisa) di sebuah restoran jepang. Ternyata, Jessica juga memiliki jalur pemikiran yang aneh sama seperti Dika. Mereka akhirnya berpacaran setelah melakukan pendekatan yang terbilang cukup aneh seperti makan mie instan di atas atap SPBU dan berwisata di kebun binatang. Saat Dika mengunjungi rumah Jessica, ia bertemu dengan ibunya (Meriam Bellina) yang merupakan pencinta monyet. Jessica sendiri tertarik dengan keluarga Dika yang unik dan senang bercanda. Ia merasa Dika adalah sosok laki-laki yang pas untuk menjadi pacarnya. Di sisi lain, Dika mendapat tawaran dari salah seorang produser film untuk memfilmkna novel Cinta Brontosaurus. Dika pun semangat menulis naskah filmnya sampai ia diundang menyaksikan premiere film produser tersebut. Film-film yang diproduserinya berbau horror karena ia menganggap genre horror sedang naik daun di Indonesia.

Hubungan Dika dan Jessica berjalan baik selama kurang lebih lima bulan hingga mereka menghadiri pesta pernikahan Kosasih dan Wanda. Saat ditanya temannya kapan ia akan menikah, Dika menjawab kalau cinta dapat kadaluarsa. Jawaban tersebut sangat membuat Jessica kecewa dan membuat ia berubah serta mulai bertingkah menyebalkan. Mereka akhirnya mengakhiri hubungan mereka. Tidak hanya itu kesialan yang dialami Dika, ternyata Kosasih menyetujui keputusan pihak produser untuk mengubah judul film yang dibuat menjadi Hantu Cinta Brontosaurus dengan imbalan tiga kali lipat. Dika yang mengetahui hal tersebut langsung mendatangi rumah Kosasih dan meluapkan emosinya. Ia mengencam tidak ingin lagi berteman dengan Kosasih.

Dika akhirnya sadar kalau dia membutuhkan pasangna hidup setelah ia melihat pamannya meninggal dan tidak pernah menikah karena terlalu pemilih. Saat pamannya meninggal, hanya sedikit orang yang datang mendoakan. Dika memutuskan untuk datang dan menemui Jessica. Sebelum itu, Kosaih mendatangi Dika dan mengabarkan bahwa ia membatalkan kontrak film dengan produser dan mereka pun kembali menjadi teman akrab. Sialnya, Dika menabrak Richard, monyet kesayangan keluarga Jessica, hingga monyet tersebut cacat. Jessica dan ibunya sangat membenci Dika atas kejadian tersebut. Setelah bertemu mantan pacar sebelumnya, Nina, Dika pun kembali bersemangat untuk meminta maaf dan meminta Jessica kembali menjadi pacarnya. Jessica menyetujuinya setelah mendengarkan penjelasan Dika.

Film yang berdurasi sekitar dua jam ini tergolong memuaskan karena mengandung unsur humor yang lebih baik dari film Kambing Jantan. Aapbila sebelumnya Kambing Jantan terlalu banyak unsur dramatisasi sehingga mengurangi unsur humornya, Cinta Brontosaurus justru lebih menghadirkan unsur humor yang dominan. Namun, penggambaran kisah cinta antara Dika dan Jessica terkesan gagal terlepas dari guyonan-guyonan segar dalam kisah percintaan mereka. Menurut saya pribadi, cerita film ini sendiri tergolong bertele-tele. FIlm ini juga terkesan seperti potongan-potongan sketsa komedi karena penggambaran ceritanya yang buruk namun lawakan yang ditampilkan sangat lucu. Sejujurnya, film ini akan menjadi sangat buruk apabila tidak ada guyonan maupun celetukan yang sangat lucu. Hal ini dapat dimaklumi karena naskah film ini ditulis langsung oleh Raditya Dika. Film ini sangat cocok bagi remaja karena ceritanya yang lucu, unik, dan segar.

Casts:

  • Raditya Dikasebagai Dika
  • Eriska Reinisa sebagai Jessica
  • Pamela Bowie sebagai Nina
  • Soleh Solihun sebagai Kosasih
  • Tyas Mirasihsebagai Wanda
  • Ronny Tjandra sebagai Soe Lim/Produser Film
  • Meriam Bellina sebagai Ibu Jessic

 

Advertisements