(ditulis sebagai tugas Kalkulus IIA, a little bit hiperbola supaya bagus)

Menjadi seorang Sarjana Teknik Industri merupakan impian saya sejak saya duduk di kelas X. Dari referensi yang penulis baca, salah satu ilmu dasar yang wajib dikuasai oleh mahasiswa teknik industri adalah kakulus. Kalkulus merupakan ilmu yang mempelajari tentang limit, diferensial dan pengintegralan. Sebenarnya, ilmu-ilmu tersebut telah saya pelajari selama di SMA. Namun, selama mengenyam kuliah di Institut Teknologi Bandung dan mempelajari kalkulus ternyata kalkulus cukup jauh berbeda dibandingkan dengan matematika SMA.ย  Kalkulus IA dan IIA lebih dalam dibanding matematika SMA. Beberapa teorema baru seperti diferensial orde 1 dan 2, Deret McLaurin, dan Deret Taylor merupakan materi baru yang belum dipelajari di SMA.

Selama mempelajari matematika di SMA, saya lebih ditekankan untuk mempelajari rumus mentah. Artinya, saya hanya menghapal rumus dan mengerjakan soal dengan level kesulitan yang berbeda. Akan tetapi, Kalkulus IA dan IIA menuntut saya untuk benar-benar menguasai konsep. Soal-soal yang diujikan terkadang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Tidak hanya dari segi materi, lingkungan ITB yang kompetitif juga menuntut mahasiswanya untuk tidak bekerja sama saat menghadapi UTS maupun UAS. Jadi, ujian yang diujikan benar-benar murni dikerjakan sendiri.

Dari semua materi Kalkulus IA dan IIA yang pernah saya dipelajari, materi yang paling saya favoritkan adalah diferensial dan integral. Menurut pandangan saya, diferensial dan integral merupakan materi dengan pengaplikasian yang paling โ€˜nyataโ€™. Contoh penerapan diferensial adalah perhitungan laju sedangkan penerapan integral adalah perhitungan volume, dan arus listrik RLC. Menurut saya, pengaplikasian yang lebih nyata memicu semangat saya untuk mempelajari kalkulus lebih mendalam.

Tidak semua materi kalkulus digemari oleh penulis. Materi tentang bilangan kerap membingungkan saya karena saya terkadang tidak teliti dan ceroboh saat mengerjakan soalnya. Hal ini terbukti saat poin yang saya dapat termasuk kecil baik dalam kuis maupun UTS. Ditambah lagi, bilangan adalah materi pertama kalkulus yang saya dapat dan saya masih terbawa suasana SMA saat perkuliahan.

Secara umum, kendala yang saya hadapi saat mempelajari kalkulus adalah suasana kuliah yang kurang nyaman karena seratus sembilan puluh orang harus berkumpul di dalam suatu ruangan. Apabila datang terlambat, tempat duduk yang didapat kurang strategis untuk belajar dan mencatat materi perkuliahan. Materi yang disampaikan terkadang terlalu cepat sehingga agak sulit mencatat materi perkuliahan secara lengkap dan FTP tempat mengunduh materi perkuliahan sulit diakses. Materi kuis pun kerap kali melenceng dari materi perkuliahan sebelumnya. Asisten dosen yang mengajar tutorial pun kurang berkompeten untuk memberi materi tutor. Sebaiknya asdos yang memberi tutorial juga diganti secara berkala agar tidak jenuh.

Kalkulus merupakan ilmu yang mempelajari tentang bilangan, limit, diferensial/turunan, dan integral. Diperlukan pemahaman konsep mendalam apabila kita ingin menguasai kalkulus dengan baik. Diferensial dan integral merupakan materi yang paling saya gemari karena menurut saya kedua materi tersebut sangat aplikatif. Sejujurnya, saya tidak terlalu mengerti mengapa seorang sarjana teknik industri harus mendalami kalkulus karena saya masih bertanya-bertanya dalam hati apakah ilmu tersebut akan berguna? Akan tetapi, pola pikir dan konsep penyelesaian masalah dalam mata kuliah kalkulus sangat berguna bagi engineer untuk menyelesaikan problem dan mendesain sistem solusinya. Kalkulus akan sulit apabila kita tidak rajin membaca textbook dan memerhatikan materi dari dosen. Kalkulus berarti kalau kuat langsung lulus. Kalau kita kuat dan giat, niscaya lulus dengan baik.

Advertisements