“Fashion  is a general term for a popular style or practice, especially in clothing, footwear, accesories, makeup, body piercing, and furniture.” Itulah definisi dari fashion (dalam Bahasa Indonesia: mode) yang saya kutip dari situs wikipedia. Fashion merupakan cerminan pribadi dari setiap orang. Memang ada pepatah yang bilang don’t judge the book by its cover tetapi tentu Anda akan mendapat sedikit bayangan kepribadian seseorang dari cara orang tersebut berbusana. Dengan kata lain, apabila kita berpakaian dengan baik, rapi, sopan, dan sesuai penilaian seseorang terhadap kepribadian kita tentu akan baik pula. Misalnya, tidak mungkin Anda mengenakan t-shirt atau casual shirts untuk menghadiri wawancara kerja bukan?

Dewasa ini,  perkembangan fashion tidak kalah cepat dari perkembangan teknologi. Rumah-rumah mode raksasa seperti Levi’s (favorit penulis), Dior, Prada, dan Burberry saling berlomba-lomba menciptakan trend busana. Terkadang, trend yang ada tidak wajib atau bahkan mustahil untuk diikuti dan ditiru. Beberapa busana dibuat untuk orang dengan kondisi fisik tertentu, misalnya untuk yang bertubuh tinggi-kurus, tinggi-atletis, dan sebagainya. Tidak hanya perempuan, laki-laki pun dapat menjadi korban mode apabila mengikuti semua trend yang ada di pasaran. Sebagai contoh skinny jeans tidak cocok dikenakan laki-laki berkaki kecil, warna-warna yang terlalu gelap kurang cocok dikenakan laki-laki berkulit gelap, dan celana berwarna abu-abu tidak bisa dipadupadankan dengan atasan berwarna cerah. Menjadi korban mode hanyalah salah satu contoh permasalahan fashion yang dialami oleh pria. Masih banyak masalah-masalah berbusana lain yang kerap dialami oleh pria seperti ukuran yang tidak pas dan terlalu terpaku pada satu brand.

Dalam posting kali ini, penulis akan mengungkap hal-hal yang dapat dilakukan agar laki-laki dapat berbusana dengan baik. Bukan tidak mungkin kalau tips yang diberikan dapat dijadikan pedoman bagi kaum hawa dalam berbusana.

1. Ukuran yang sesuai. Jangan pernah membeli pakaian yang ukurannya tidak sesuai dengan tubuh Anda. Selain Anda merasa tidak nyaman, orang yang melihatnya pun terkadang risih melihat pakaian Anda yang kebesaran atau terlalu sempit.

2. Match. Warna yang saling komplementer tentu akan lebih enak dipandang dibanding warna yang tidak saling melengkapi satu sama lain.

3. Sesuaikan dengan waktu dan acara. Gunakan pakaian yang menyerap keringat dengan baik saat musim panas dan gunakan pakaian yang melindungi Anda dari suhu dingin bila musim hujan. Bergaya bukan berarti tidak memperhatikan kenyamanan Anda. Selain itu, berbusanalah sesuai dengan acara yang Anda ikuti. Gunakan dress shirt dan sepatu kulit saat Anda menghadiri acara formal dan gunakan polo shirt, kaos, atau casual shirt saat Anda hangout dengan teman-teman Anda.

4. Ajak teman wanita. Sudut pandang wanita dalam menilai pakaian jelas berbeda dengan sudut pandang pria. Ajaklah teman wanita Anda dan tanyakan apakah mereka menyukai penampilan Anda.

5. Jangan terpaku pada trend dan merk. Seperti yang sudah diuraikan, tidak semua trend dapat diikuti oleh kita. Abaikan trend apabila Anda tidak merasa nyaman dan cocok dengan diri Anda. Jangan terpaku pada satu merk agar Anda dapat lebih memvariasikan penampilan Anda sehari-hari. Tentunya Anda tidak ingin terlihat membosankan bukan?

6. Sesuaikan dengan budget. Gunakan budget Anda untuk berpakaian dengan maksimal mungkin. Beberapa item yang dapat Anda hemat pengeluarannya antara lain pakaian dalam, kaos kaki, dan ikat pinggang.

7. Variatif dan Eksperimen. Memiliki ciri khas tersendiri dalam berbusana memang penting tetapi jangan berbusana monoton. Mix and match koleksi yang Anda miliki dengan aksesoris. Majalah seperti Nylon Guys (favorit pembaca), High end Teen, dan Aneka Yess! dapat menjadi referensi berbusana yang baik.

Happy dressing, guys!

Boys-To-Men-Fashion

Advertisements