Archive for April, 2013


Negara Britania Raya (re:Inggris) merupakan negara di Eropa yang memiliki kisah historik sangat menarik. Britania Raya memiliki bentuk negara kerajaan dengan sistem pemerintahan parlementer. Artinya, Inggris dipimpin oleh seorang raja/ratu yang dibantu oleh perdana menteri dalam pengambilan kebijakan. Sejujurnya, penulis sendiri sangat menyukai negara Inggris. Salah satu hal yang membuat penulis menyukai negara ini adalah legendanya yang terkenal: Raja Arthur dan Merlin Sang Penyihir. Konon, di Negara Inggris (Kerajaan Camelot) hiduplah seorang raja hebat bernama Arthur Pendragon yang selama ia menjabat dibantu oleh penyihir sakti bernama Merlin. Legenda ini sering diangkat ke dalam layar lebar dan serial televisi. Namun, visualisasi dari legenda tersebut yang paling disukai oleh penulis adalah The Adventures of Merlin yang ditayangkan oleh BBC UK sejak 2008-2012. Season 1 serial ini pernah ditayangkan di Indonesia pada tahun 2009 tetapi mendapat respons yang kurang baik. Padahal, di Inggris dan Amerika Serikat serial ini memiliki rating yang sangat tinggi.

Merlin TV Series

(dari kiri: Guinevere, Morgana, Gaius, Merlin, Arthur, Uther)

Merlin tayang selama tiga belas episode setiap satu musim (satu musim ditayangkan tiap tahun). Beberapa aktor yang terlibat dalam serial ini adalah Colin Morgan (Merlin), Bradley James (King/Prince Arthur), Katie Mcgrath (Morgana), Angel Coulby (Guinevere), Gaius (Richard Wilson), Anthony Head (King Uther) dan John Hurt (pengisi suara Lord Dragon). Latar tempat dari serial ini sangatlah mendukung penggambaran kerajaan Camelot. Continue reading

Advertisements

“Fashion  is a general term for a popular style or practice, especially in clothing, footwear, accesories, makeup, body piercing, and furniture.” Itulah definisi dari fashion (dalam Bahasa Indonesia: mode) yang saya kutip dari situs wikipedia. Fashion merupakan cerminan pribadi dari setiap orang. Memang ada pepatah yang bilang don’t judge the book by its cover tetapi tentu Anda akan mendapat sedikit bayangan kepribadian seseorang dari cara orang tersebut berbusana. Dengan kata lain, apabila kita berpakaian dengan baik, rapi, sopan, dan sesuai penilaian seseorang terhadap kepribadian kita tentu akan baik pula. Misalnya, tidak mungkin Anda mengenakan t-shirt atau casual shirts untuk menghadiri wawancara kerja bukan?

Dewasa ini,  perkembangan fashion tidak kalah cepat dari perkembangan teknologi. Rumah-rumah mode raksasa seperti Levi’s (favorit penulis), Dior, Prada, dan Burberry saling berlomba-lomba menciptakan trend busana. Terkadang, trend yang ada tidak wajib atau bahkan mustahil untuk diikuti dan ditiru. Beberapa busana dibuat untuk orang dengan kondisi fisik tertentu, misalnya untuk yang bertubuh tinggi-kurus, tinggi-atletis, dan sebagainya. Tidak hanya perempuan, laki-laki pun dapat menjadi korban mode apabila mengikuti semua trend yang ada di pasaran. Sebagai contoh skinny jeans tidak cocok dikenakan laki-laki berkaki kecil, warna-warna yang terlalu gelap kurang cocok dikenakan laki-laki berkulit gelap, dan celana berwarna abu-abu tidak bisa dipadupadankan dengan atasan berwarna cerah. Menjadi korban mode hanyalah salah satu contoh permasalahan fashion yang dialami oleh pria. Masih banyak masalah-masalah berbusana lain yang kerap dialami oleh pria seperti ukuran yang tidak pas dan terlalu terpaku pada satu brand.

Dalam posting kali ini, penulis akan mengungkap hal-hal yang dapat dilakukan agar laki-laki dapat berbusana dengan baik. Continue reading