Archive for February, 2010


Sejarah Mpek-Mpek

Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama pempek atau empek-empek diyakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.
Berdasar cerita rakyat, Continue reading

Pemenang VS Pecundang

Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;
Pecundang selalu jadi bagian dari masalah

Pemenang selalu punya program;
Pecundang selalu punya kambing hitam.

Pemenang selalu berkata, “Biarkan saya yang mengerjakannya untuk anda”;
Pecundang selalu berkata, “Itu bukan pekerjaan saya.”

Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap masalah;
Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata, “Itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa”;
Pecundang selalu berkata, “Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit.”

Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, “Saya salah”;
Saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, ”Itu bukan salah saya.”

Pemenang membuat komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang mempunyai impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat.

Pemenang berkata, ”Saya harus melakukan sesuatu”;
Pecundang berkata, ”Harus ada yang dilakukan.

Pemenang adalah bagian dari tim;
Pecundang melepaskan diri dari tim.

Pemenang melihat keuntungan;
Pecundangan melihat kesusahan.

Pemenang melihat kemungkinan-kemungkina;
Pecundang melihat permasalahan.

Pemenang percaya pada menang-menang;
Pecundang percaya, mereka harus menang, orang lain yang harus kalah.

Pemenang melihat potensi;
Pecundang melihat yang sudah lewat.

Pemenang seperti thermostat;
Pecundang seperti thermometer.

Pemenang memilih apa yang mereka katakan;
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang menggunakan argumentasi keras tapi kata-kata lembut;
Pecundang menggunakan argumentasi lunak tapi kata-kata keras.

Pemenang berkata teguh pada nilai-nilai tapi bersedia kompromi pada hal-hal remeh;
Pecundang berkeras pada hal-hal remeh tapi mengkompromikan nila-nilai.

Pemenang menganut filosofi, ”Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda;
Pecundang menganut filosofi, ”Lakukan pada orang lain seebelum mereka melakukannnya pada Anda.”

Pemenang membuat sesuatu terjadi;
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.
Menurut Gua:
Pemenang selalu bangkit untuk kesekian kali;
Pecundang tidak pernah bangkit untuk yang pertama kali.